Posts

Showing posts from December, 2022

NONE 2 (PANO)

  PANO   Gracia menyeruput capuccino yang mulai dingin. Lalu meletakkan cangkirnya kembali. “Sean, kapan ya kak Hesa nembak aku? Atau aku aja yang nembak kak Hesa?” celetuknya. Sean menringis, ada perasaan sakit dalam tubuhnya saat Gracia mengatakan kalimat tersebut. “Mending aku aja yang mebak kamu, terus kita pacaran, atau langsung aja aku minta kamu ke orang tua kamu. Gimana? Daripada kamu nembak kak Hesa terus ditolak.” Lontar Sean. Sean tidak berbohong saat mengatakan Gracia bisa saja ditolak Mahesa. Karena yang Sean tahu, Mahesa menganggap Gracia sebagai adiknya sendiri. Bibir Gracia mengerucut dan mencebik, kepalanya sedikit menunduk menatap cangkir yang isinya hampir kosong. “Apaan sih Sean! Aku kan sukanya ke kak Hesa bukan kamu.” “Kalau aku yang suka kamu gimana? Apa aku harus nembak kamu? Atau nunggu kamu tiba-tiba suka aku, terus nembak aku?” Sean menatap Gracia dengan tajam, menekankan seluruh kalimanya. Bermaksud mengungkapkan perasaannya secara gam...