NONE 1
Created : 26 November 2022
Lagu Surrender dari Natalie Taylor terputar dengan merdu. Aku menatap pantulan cahaya dari laptop di depanku. Kata-perkata kuketikkan di dalam kolom denga tulisan 'Apa yang sedang terjadi?', lalu ku klik 'Tweet'. Dan postingan itu terkirim.
Aku membacanya ulang, namun aku tidak menyesal. Ungkapan-ungkapan bermakna kesedihan telah kubagikan ke sosial media bergambar burung biru tersebut.
Dalam hati terdalam aku meminta maaf kepada Tuhan karena melanggar janji untuk tidak membagikan postingan berisi kesedihan.
"Ya Tuhan maafkan aku. Maaf jika aku tidak bisa menahan semua gejolak ini. Rasa lelah telah membuatku kalah atas kesakitan hati yang ku rasa. Logikaku telah kalah telak."
Tetes demi tetes telah keluar dari mataku.
Ya, aku menangis. Aku gagal mempertahankan dinding pembatas yang telah aku bangun dari lama. Dinding ini telah retak.
Tidak. Bukan retak. Tapi hancur. Seakan dinding itu ada didepanku yang terduduk lemas.
Gumaman dari bibirku keluar dengan lirih, "Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus membangun kembali pertahananku yang telah hancur?".
Layar laptop masih menyala, memperlihatkan akun rant yang menjadi bukti kisah sedihku.
Comments
Post a Comment